2 Desember 2016

Audensi Dengan Kemenag, MUI Probolinggo Bahas Pendidikan Karakter

Audensi Dengan Kemenag, MUI Probolinggo Bahas Pendidikan Karakter
Kab. Probolinggo (MUI)  Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, gelar audensi dengan  Kemenag. (31/8).

Kepala Kankemenag, Bapak H. Busthami, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan yang dibawah kemenag lumayan banyak, baik negeri maupun swasta. Lembaga pendidikan negeri ada 7 Satker; 2 MI, 3 MTs dan 2 MA, sementara yang swasta lebih dari 1000 lembaga; yang mana keberadaanya sebagai penopang lembaga pendidikan yang kita kelola.

Kemenag sangat mendukung gagasan Komisi pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, karena hal itu sangat baik dan diharapkan mampu membangun pendidikan karakter, tandasnya.

Dr. Abd. Aziz, Ketua Komisi Pendidikan MUI Probolinggo, menjelaskan, bahwa audensi ini merupakan salah satu program komisi, selanjutnya kita mengharapkan agar Kemenag Kabupaten  Probolinggo dapat bekerjasama atau bersinergi secara baik dengan Dinas pendidikan dan kebudayaan.

Menurut Dr.  Abd.  Aziz, MUI Probolinggo; saat ini fokus dengan program  lokakarya  dengan tema: “Pendikan berbasis karakter spiritual”.

Dalam lokakarya tersebut akan membahas permasalahan pendidikan berbasis karakter, spiritual serta budaya, yang tujuan akhirnya bisa diterapkan di masing-masing Sekolah dan madrasah.

Seperti contoh misalnya, sebelum memasuki ruang kelas, pihak madrasah/sekolah bisa memberikan orasi keagamaan dengan menyitir ayat Qur’an maupun hadis nabi saw, hal ini kita yakini mampu merubah dan membangun karakter anak. Bahkan lebih lanjut menurut Dosen INZAH Genggong ini lagu-lagu kebangsaan dan  lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, padamu negeri diharapkan mampu menggugah semangat juang para generasi muda kita.

Selain kepala sekolah, guru juga bisa melakukannya pembiasaan di dalam maupun di luar kelas, misalnya juga mengawali dan mengakhiri pelajaran dengan doa.

Sekjen MUI, KH. Sihabuddin berharap,  kemenag Probolinggo terus memaksimalkan pembinaan nilai-nilai keagamaan untuk diterapkan di satuan pendidikan yang dikelolanya.” Sehingga pendidikan di Probolinggo ini, bisa unggul dan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan daerah yang lain.

Tidak kalah pentingnya, kelulusan siswa tidak hanya ditentukan oleh sempurnanya nilai ujian sekolah dan ujian nasional, akan tetapi juga dibuktikan dengan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar, praktek tata cara ibadah sesuai syari’ah yang dianut oleh mayoritas masyarakat Probolinggo.

Menanggapi usulan dari MUI tersebut, Kasi Pendma, H. Taufik, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag yang jumlahnya tidak kurang dari 1000 tersebut, tentunya masih memilki kekurangan dan keterbatasan.

“Untuk mewujudkan pendidikan berbasis karakter spiritual, peran serta semua pihak baik Pemerintah daerah, Diknas, Dewan pendidikan termasuk MUI Komisi pendidikan,  senantiasa kita harapkan kerjasamanya”. Beliau juga meminta agar MUI Probolinggo bisa memberikan semacam sertipikat kelulusan di bidang Qur’an.

Diakhir pandangan, M. Haris Hikmawan, penyelenggara Syari’ah kemenag menambahkan situasi dunia pendidikan kita saat ini masih terus dihantui masalah Narkoba dan minuman terlarang lainnya yang dapat mengakibatkan hancurnya moralitas generasi muda, karenanya ia berharap MUI membuat semacam rekomendasi kepada pihak pemerintah untuk melakukan penertiban pemasaran barang-barang tersebut.

Kita bersama-sama melakukan monitoring secara intens, sehingga tujuan Pendidikan berbasis karakter spiritual ini bisa terwujud sebagaimana yang kita harapkan. Seandainya gagasan MUI ini terwujud perlunya penguatan monitoring jangan diabaikan, tutupnya.

Sumber: Kemenag Probolinggo
Share:

SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH

Ikuti Facebook Kami