2 Desember 2016

Audensi Dengan Kemenag, MUI Probolinggo Bahas Pendidikan Karakter

Audensi Dengan Kemenag, MUI Probolinggo Bahas Pendidikan Karakter
Kab. Probolinggo (MUI)  Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, gelar audensi dengan  Kemenag. (31/8).

Kepala Kankemenag, Bapak H. Busthami, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan yang dibawah kemenag lumayan banyak, baik negeri maupun swasta. Lembaga pendidikan negeri ada 7 Satker; 2 MI, 3 MTs dan 2 MA, sementara yang swasta lebih dari 1000 lembaga; yang mana keberadaanya sebagai penopang lembaga pendidikan yang kita kelola.

Kemenag sangat mendukung gagasan Komisi pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, karena hal itu sangat baik dan diharapkan mampu membangun pendidikan karakter, tandasnya.

Dr. Abd. Aziz, Ketua Komisi Pendidikan MUI Probolinggo, menjelaskan, bahwa audensi ini merupakan salah satu program komisi, selanjutnya kita mengharapkan agar Kemenag Kabupaten  Probolinggo dapat bekerjasama atau bersinergi secara baik dengan Dinas pendidikan dan kebudayaan.

Menurut Dr.  Abd.  Aziz, MUI Probolinggo; saat ini fokus dengan program  lokakarya  dengan tema: “Pendikan berbasis karakter spiritual”.

Dalam lokakarya tersebut akan membahas permasalahan pendidikan berbasis karakter, spiritual serta budaya, yang tujuan akhirnya bisa diterapkan di masing-masing Sekolah dan madrasah.

Seperti contoh misalnya, sebelum memasuki ruang kelas, pihak madrasah/sekolah bisa memberikan orasi keagamaan dengan menyitir ayat Qur’an maupun hadis nabi saw, hal ini kita yakini mampu merubah dan membangun karakter anak. Bahkan lebih lanjut menurut Dosen INZAH Genggong ini lagu-lagu kebangsaan dan  lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, padamu negeri diharapkan mampu menggugah semangat juang para generasi muda kita.

Selain kepala sekolah, guru juga bisa melakukannya pembiasaan di dalam maupun di luar kelas, misalnya juga mengawali dan mengakhiri pelajaran dengan doa.

Sekjen MUI, KH. Sihabuddin berharap,  kemenag Probolinggo terus memaksimalkan pembinaan nilai-nilai keagamaan untuk diterapkan di satuan pendidikan yang dikelolanya.” Sehingga pendidikan di Probolinggo ini, bisa unggul dan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan daerah yang lain.

Tidak kalah pentingnya, kelulusan siswa tidak hanya ditentukan oleh sempurnanya nilai ujian sekolah dan ujian nasional, akan tetapi juga dibuktikan dengan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar, praktek tata cara ibadah sesuai syari’ah yang dianut oleh mayoritas masyarakat Probolinggo.

Menanggapi usulan dari MUI tersebut, Kasi Pendma, H. Taufik, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag yang jumlahnya tidak kurang dari 1000 tersebut, tentunya masih memilki kekurangan dan keterbatasan.

“Untuk mewujudkan pendidikan berbasis karakter spiritual, peran serta semua pihak baik Pemerintah daerah, Diknas, Dewan pendidikan termasuk MUI Komisi pendidikan,  senantiasa kita harapkan kerjasamanya”. Beliau juga meminta agar MUI Probolinggo bisa memberikan semacam sertipikat kelulusan di bidang Qur’an.

Diakhir pandangan, M. Haris Hikmawan, penyelenggara Syari’ah kemenag menambahkan situasi dunia pendidikan kita saat ini masih terus dihantui masalah Narkoba dan minuman terlarang lainnya yang dapat mengakibatkan hancurnya moralitas generasi muda, karenanya ia berharap MUI membuat semacam rekomendasi kepada pihak pemerintah untuk melakukan penertiban pemasaran barang-barang tersebut.

Kita bersama-sama melakukan monitoring secara intens, sehingga tujuan Pendidikan berbasis karakter spiritual ini bisa terwujud sebagaimana yang kita harapkan. Seandainya gagasan MUI ini terwujud perlunya penguatan monitoring jangan diabaikan, tutupnya.

Sumber: Kemenag Probolinggo
Share:

H. Nasiruddin Hamimullah : Mengasah Fikir, Menyelaraskan Ilmu dan Amal

H. Nasiruddin Hamimullah : Mengasah Fikir, Menyelaraskan Ilmu dan Amal
Kab. Probolinggo (Inmas) Sholat Jum’at merupakan ibadah wajib muakkad bagi umat Islam. Seluruh penjuru dunia dapat dipastikan melaksanakan ibadah sholat Jumat tersebut teruma bagi mereka yang benar-benar menjaga imannya kepada Allah Swt. (24/9).

Hari ini Jum’at (24/9) yang menjadi Khatib di Masjid Ar-Rohiem Kantor Kementerian agama Kabupaten Probolinggo, Ust. H. Nasiruddin Hamimullah, mengangkat tema : “Mengasah fikir, menyelaraskan Ilmu dan Amal”. Tema ini benar-benar mampu memakau para jamaah jumat di masjid tersebut.

Menurutnya; Ajaran Islam sebagai mana tercermin dari Al-qur’an sangat kental dengan nuansa–nuansa yang berkaitan dengan ilmu, ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam. Keimanan yang dimiliki oleh seseorang akan jadi pendorong untuk menuntut ilmu, sehingga posisi orang yang beriman dan berilmu berada pada posisi yang tinggi dihadapan Allah yang berarti juga rasa takut kepada Allah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk beramal shaleh. Dengan demikian nampak jelas bahwa keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal–amal shaleh. Maka dapat disimpulkan bahwa keimanan dan amal perbuatan beserta ilmu membentuk segi tiga pola hidup yang kokoh. Ilmu, iman dan amal shaleh merupakan faktor menggapai kehidupan bahagia.

Hubungan ilmu dan amal dapat difokuskan pada dua hal. Pertama, ilmu adalah pemimpin dan pembimbing amal perbuatan. Amal boleh lurus dan berkembang bila didasari dengan ilmu. Dalam semua aspek kegiatan manusia harus disertai dengan ilmu baik itu yang berupa amal ibadah atau amal perbuatan lainnya. Kedua jika orang itu berilmu maka ia harus diiringi dengan amal. Amal ini akan mempunyai nilai jika dilandasi dengan ilmu. Begitu juga dengan ilmu akan mempunyai nilai atau makna jika diiringi dengan amal. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam perilaku manusia. Sebuah perpaduan yang saling melengkapi dalam kehidupan manusia yaitu setelah berilmu lalu beramal.

Suatu ketika datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan pertanyaan: ”Wahai Rasulullah, apakah amalan yang lebih utama ?” Jawab Rasulullah Saw : “Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! ” Sahabat itu bertanya pula “Ilmu apa yang Nabi maksudkan ?”. Jawab Nabi Saw : ”Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala ! ” Sahabat itu rupanya menyangka Rasulullah Saw salah tangkap, ditegaskan lagi “Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau menjawab tentang Ilmu !” Jawab Nabi Saw. pula “Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah (berguna) bila disertai dengan ilmu tentang Allah, dan banyak amalan tidak akan bermanfaat bila disertai kejahilan tentang Allah”[HR.Ibnu Abdil Birrdari Anas]. Kejahilan adalah kebodohan yang terjadi karena ketiadaan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, banyak amal setiap orang menjadi sangat berkaitan dengan keimanan dan ilmu pengetahuan karena ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka kerana keimanannya … QS.[10]:9.

Semoga kita semua mampu menyelaraskan keilmuan kita dengan amaliyah dalam kehidupan kita sehari-hari, tandasnya.

Sumber: Kemenag Probolinggo
Share:

H. Busthami Bina Mental ASN Kemenag

H. Busthami Bina Mental ASN Kemenag
Kab. Probolinggo (Inmas) Kepala Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Bpk H. Busthami tidak henti-hentinya memberikan pembinaan mental para ASN kementerian agama setiap bulan pasca pelaksanaan apel 17-an. (17/10).

Hadir pada waktu tersebut seluruh pejabat struktural dan fungsional; baik dari jajaran kasubag TU, para kasi-penyelenggara, kepala satker, kepala KUA, penyuluh, penghulu dan pengawas juga hadir.

Dalam acara yang bersamaan dengan “Sosialisasi dan Kursus Pembekalan Masa Depan Produktif antara Kemenag Kab. Probolinggo dengan PT. BTPN, Tbk. Kepala kemenag, Bpk. H. Busthami mengingatkan kembali para ASN untuk terus bersinergi dengan semua pihak dalam rangka perbaikan dan pengembangan potensi diri. Dengan peningkatan potensi diri seorang ASN akan lebih mudah memahami orang lain, lebih mudah memahami tugas dan mampu menjalankan kinerjanya lebih optimal dan maksimal.

Memang kepala kemenag ingin menjadikan apel 17-an sebagai wahana Pembinaan Karier Profesi dan Mental Pegawai (Binkarsital)” semua ASN, ungkapnya.

Beliau sangat mengappresiasi prestasi dalam event nasional yang oleh Kepala MAN Pajarakan, Dr. AS. Bahtuar, Kepala MIN Maron, Mohamad Asadi dan Ida Maimunah yang mewakili Raudlatul Athfal (RA), ketiganya telah mengharumkan nama kemenag Jatim dan tentunya kemenag kabupaten Probolinggo.

Ini semua tidak lepas dari keberhasilan Pokjawas dalam melaksanakan pembinaan yang terus menerus dan inten dalam pantauan Kasi PendMa, Bpk. H. Taufik. Kita patut berbangga, namun disisi yang lain juga ingin mendengar anak-anak didik kita untuk bisa berprestasi di tingkat nasional yang sama baik dalam bidang olimpiade MIPA ataupun bidang lainnya, tutupnya.

Sumber: Kemenag Probolinggo
Share:

Kemenag: Temu Tokoh Agama dan Ormas, Menghasilkan 4 Rekomendasi

Kemenag: Temu Tokoh Agama dan Ormas, Menghasilkan 4 Rekomendasi

Kab. Probolinggo, 23/11/2016 (Inmas) Pertemuan Tokoh Agama dan Ormas Islam yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Jatim di Aula Al-Ikhlas Kemenag Kabupaten Probolinggo, berhasil merekomendasikan beberapa Keputusan; yang isinya :


  1. Mengimbau kepada Pemerintah agar bersikap tegas terhadap aliran-aliran dan faham keagamaan yang menyimpang yang berpotensi menimbulkan konflik dan pertentangan di tengah-tengah masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan supremasi hukum
  2. Mengimbau Kepada MUI, ormas keagamaan dan tokoh masyarakat agar tidak gegabah dalam memberi masukan, menilai dan menvonis sesat aliran-aliran atau faham keagamaan yang ada di masyarakat, dengan terlebih dahulu melakukan studi kasus dan kajian serta analisa mendalam terhadap persoalan yang muncul agar tidak bias dan menimbulkan masalah baru.
  3. Kepada Tokoh Agama agar tidak henti-hentinya memperkuat pemahaman keagamaan yang utuh kepada internal pemeluk agamanya, sesuai dengan ajaran dan keyakinan masing-masing.
  4. Kepada Pemerintah senantiasa melakukan penguatan fungsi dan peran lembaga-lembaga seperti MUI, FKUB, ormas keagamaan, Pondok Pesantren dan semua stakeholder dalam mendukung Pelaksanaan tersebut.
Rekomendasi tersebut dibuat bersama pada hari rabu, tanggal 23 Nopember 2016 dalam pertemuan khusus yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Jatim bersama tokoh agama dan pimpinan ormas islam, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) PCNU Kab.Probolinggo, PCNU Kraksaan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Al Irsyad, Ponpes Nurul Jadid, Tokoh Agama perwakilan Kecamatan Kab.Probolinggo.

Sebagai Tim Perumus, Drs. H. Moh. Ersyad (Kanwil kemenag Jatim), M. Fauzi (Urais binsyar). Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Probolinggo, H. Busthami, SH.M.Hi. yang sekaligus memaparkan tentang fenomena Kanjeng Dimas sebagai realitas rentannya pemahaman keagamaan di masyarakat.

Sumber: Kemenag Probolinggo
Share:

Kemenag Gelar Giat Pengembangan SDM dan Pengelola Data E-Audit

Kemenag Gelar Giat Pengembangan SDM dan Pengelola Data E-Audit
Kab. Probolinggo (Sekjen) Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak untuk mencapai tujuan organisasi itu.(29/11).

Pada perkembangannya, karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian Sekjen Kemenag Kabupaten Probolinggo menggelar satu kegiatan dengan Tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pengelola Data” yang hari ini dilaksanakan di Aula MTs. Negeri Pajarakan.

Peserta terdiri dari jajaran Kepala TU Satker; MIN, MTs.N, MAN, KUA dan Jajaran Sekjen, Seksi Penyelenggara serta beberapa perwakilan pengelala data. Pemateri terdiri dua orang penyaji; pertama Ansori, Pelaksana Humas Kankemenag menyampaikan “Pengelola data harus memiliki SDM yang memadai” dan  kedua Nunung Zainullah, Duta Akrual Kemenag dengan materi E-Audit Simwas.

Acara dibuka secara resmi Kasubag Tata Usaha Kankemenag, Bpk H. Atok Illah, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk dan menyiapkan SDM yang memadai dan ready for the use di Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Beliau juga berharap para peserta bisa menyimak dengan baik yang kemudian dijadikan rujukan untuk diterapkan di Satker dan Seksi masing-masing. “Pengembangan sumber daya manusia berkaitan dengan tersedianya kesempatan dan pengembangan belajar, membuat program-program training yang meliputi perencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi atas program-program tersebut. Pengembangan sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai seperangkat aktivitas yang sistematis dan terencana yang dirancang dalam memfasilitasi para pegawainya dengan kecakapan yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan, baik pada saat ini maupun masa yang akan datang, jelasnya.

“Sumber daya alam akan bermakna dan berfungsi guna jika dikelola oleh pengelola yang memiliki sumber daya manusia yang baik dan representatif.”, Jelas Kasubag.

Sumber: Kemenag Probolinggo
Share:

MTsN Paiton Menuju Sekolah Adiwiyata

MTsN Paiton Menuju Sekolah Adiwiyata
MTsN Paiton, Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk menuju sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Dipersiapkan menjadi sekolah menuju adiwiyata, tim adiwiyata MTsN Paiton yang merupakan binaan PT Ipmomi, telah beberapa kali mengadakan kegiatan. Seperti, studi banding di sekolah berpredikat adiwiyata mandiri, SMPN 4 Kebomas, Gresik.

Mereka juga menggelar aksi peduli lingkungan. Salah satunya diwujudkan dengan penanaman mangrove.Tim adiwiyata MTsN Paiton juga mengikuti sosialisasi tentang peduli lingkungan dan workshop pembuatan pupuk kompos yang bekerjasama dengan PT. Ipmomi.

Aksi peduli lingkungan itu juga diwujudkan dengan penanaman toga (tanaman obat), pembuatan taman di lingkungan sekolah dengan swadaya para guru. Serta, upaya pemilahan sampah organik dan anorganik yang di dukung dengan ketersediaan tempat sampah dari PT. Ipmomi.

CSR Supervisor PT Ipmomi, Mohammad Antus mengatakan, kerjasama PT. Ipmomi dengan MTsN Paiton telah berjalan 2 tahun. Kerjasama itu merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ipmomi. “MTsN Paiton merupakan sekolah yang banyak mengukir prestasi. Rasanya kurang afdhol kalau prestasi dibidang adiwiyata belum diraih oleh MTsN Paiton. Untuk itu, kami siap mendukung,” ujarnya, ketika menghadiri kegiatan pembinaan sekolah adiwiyata, di MTsN Paiton, Rabu (18/12).

Kepala MTsN Paiton, Dr. Sugiyo, S, Kom, M.Pd berharap, kerjasama yang telah dilakukan dengan PT Ipmomi bisa lebih dekat dan ditingkatkan lagi. Ia mengatakan, untuk menuju sekolah adiwiyata, MTsN Paiton juga berkreasi melalui blog tentang lingkungan dan mendesain pamflet peduli lingkungan disekitar sekolah. “Kita juga mengadakan lomba kebersihan kelas dan menggelar lomba pembuatan poster dengan tema lingkungan, tingkat SD/MI se-Paiton dan Kraksaan,” katanya.

Menurutnya, penilaian sekolah adiwiyata salah satu indikatornya adalah kepedulian siswa dan gurunya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih dan indah. MTsN Paiton juga telah menyusun kajian lingkungan sekolah yang dapat dilihat dari visi misi dan kurikulum yang terintegrasi dengan lingkungan.
Share:

Turut Membangun Sumber Daya Manusia, MTsN Paiton Gelar Olimpiade MIPA

Turut Membangun Sumber Daya Manusia, MTsN Paiton Gelar Olimpiade MIPA

Kab. Probolinggo, 22/3 (MTs.N Paiton) Selain MTs. Negeri Pajarakan yang minggu kemaren menggelar Kegiatan Pentas Seni dan Olimpiade MIPA 2016, ternyata Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs. Negeri Paiton juga menggelar kegiatan yang sama yang diikuti ratusan peserta dari siswa-siswi SD/MI se Kecamatan Paiton.

Acara ini cukup menarik karena ternyata di era digital ini masih banyak anak didik dan siswa di berbagai lembaga yang bertebaran di Kecamatan Paiton masih mau mengikuti olimpiade ini untuk mengukur kemampuan mereka dalam bidang Matematika dan IPA, memang mata pelajaran tersebut termasuk salah satu mata pelajaran yang cukup rumit di kalangan siswa.

Kepala MTs. Negeri Paiton Bpk Drs. Utsman Kaharudin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk merangsang ghirah siswa SD/MI dalam mengikuti perkembangan pembelajaran dan mampu berkompetisi dengan dunia luar.

Selain itu kita berkewajiban untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing dalam peningkatan Sumber Daya Manusia, mulai sejak dini, remaja dan hingga dewasa. Karena negara yang kuat adalah yang memiliki dan mencukupi segala kebutuhan sumber daya manusianya untuk berkiprah dalam pembangunan.

Kita patut berharap mereka nantinya bisa melanjutkan pendidikannya di madrasah ini sebagai upaya pengembangan pendidikan yang memang diamanatkan oleh Undang Undang.
Share:

MTsN Paiton Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah

MTsN Paiton Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah
MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) Paiton Kabupaten Probolinggo, berhasil menjadi juara umum dalam acara “Kompetisi Sains Madrasah,” se Kabupaten Probolinggo. Acara hasil kerja sama panitia seleksi Kemenag Kabupaten Probolinggo dengan lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama itu, diikuti oleh seluruh MTs Negeri dan Swasta se-Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya, kompetisi yang digelar di MTsN Paiton itu, diawali dengan seleksi di masing-masing Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Hasilnya, MTsN Paiton berhasil mengungguli para kontingen dari tiga KKM. Yakni, KKM MTsN Pajarakan, KKM MTs Zaha Genggong dan KKM MTs Nurul Jadid Paiton.

Dari keenam bidang studi yang dilombakan, tiga bidang studi dimenangkan oleh siswa MTsN Paiton. Yakni, M. Wildan (fisika), M. Ubaidillah (bahasa Inggris), dan Bayu SR (Ilmu Pengetahuan Sosial/IPS).

Sedangkan, bidang studi matematika dimenangkan oleh anggota KKM MTsN Paiton. Yakni, Nurul Istiqomah dari MTs Mambaul Ulum. Sementara dua bidang studi lainnya, dimenangkan oleh Nurul Hidayah dari MTs Nurul Jadid untuk bidang studi biologi dan MTs Zaha Genggong oleh Renita Firdaus untuk bidang studi PAI (Pendidikan Agama Islam). Selanjutnya, keenam jawara itu akan mewakili Kabupaten Probolinggo untuk mengikuti seleksi Kompetisi Sains Madrasah tingkat Propinsi Jawa Timur, pada 15 Mei 2013 mendatang, di Malang.

Drs. Sugiyo, M.Pd., Kepala MTsN Paiton ketika ditemui NU Online, Selasa (30/4) lalu mengatakan, prestasi demi prestasi yang diraih MTsN-nya dari tahun ke tahun bukan suatu kebetulan. Tapi, merupakan hasil  pembinaan yang terus ditingkatkan dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang lengkap. “MTsN Paiton merupakan sekolah terpadu yang unggul di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, dan keagamaan,” ujarnya.

Katanya, di MTsN Paiton, siswa yang memiliki IQ tinggi diberikan pelayanan khusus. Yakni, masuk di kelas unggulan dengan waktu pembelajaran full day. Sementara di bidang teknologi, MTsN Paiton memiliki kelas IT yang menghasilkan siswa andal dalam bidang iptek.

“Pengembangan iptek harus dilandasi dengan akhlaq yang mulia. Untuk itu, MTsN Paiton menjadikan pembinaan keagamaan sebagai kegiatan yang pertama dan utama,” katanya.

Sugiyo menambahkan, di samping kurikulum agama yang unggul, di MTsN Paiton, juga disertai aplikasi peribadatan. Kegiatan keagamaan dimulai dari pukul 06.45 WIB dengan melakukan shalat Dhuha bersama yang dilanjutkan tahfidz juz ke-30.

“Pada jam 12.45 semua siswa melakukan shalat Dhuhur berjamaah. Selanjutnya, bagi siswa reguler mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, sementara kelas IT dan kelas unggulan melaksanakan pengayaan di bidang masing-masing,” ungkapnya.

MTsN Paiton juga memadukan kurikulum pemerintah dengan pesantren bagi siswa yang ingin lebih memperdalam keagamaannya. Yakni, dengan mondok (nyantri) di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Pondok Pesantren Nurul Qu’ran, Pondok Pesantren Tarbiyatul Banat atau di asrama siswa.

Sumber: NU Online
Share:

SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH

Ikuti Facebook Kami